Ketentuan Topup dan Refund ADC Credit
ADC adalah utility ads credit untuk menggunakan layanan iklan AdPay. Ketentuan ini mengatur topup, pemakaian saldo, koreksi, refund, dan sengketa transaksi.
Terakhir diperbarui: 21 Juni 2026
1. Definisi Topup ADC
- Topup adalah penambahan saldo ADC utility ads credit ke akun member untuk menjalankan campaign, bidding, tracking, dan fitur promosi AdPay.
- ADC bukan uang elektronik, bukan alat pembayaran umum, bukan simpanan, bukan produk investasi, dan tidak menjamin keuntungan.
- Saldo ADC hanya dapat digunakan di ekosistem AdPay sesuai fitur yang tersedia dan kebijakan platform.
2. Aktivasi Saldo
- Saldo topup aktif setelah pembayaran terkonfirmasi oleh sistem/payment gateway/admin.
- Jika terdapat biaya gateway, pajak, administrasi, atau kurs, nilai kredit akhir dapat berbeda sesuai informasi checkout atau invoice.
- AdPay dapat menahan sementara topup yang terindikasi fraud, chargeback risk, payment abuse, atau perlu verifikasi tambahan.
3. Cara Saldo Dipakai
- Bid/view dipotong saat iklan berhasil tampil/disisipkan di balasan bot.
- Click intent dicatat saat halaman interstitial dibuka dan tidak memotong bid/click.
- Bid/click dipotong saat user menekan tombol tujuan setelah timer interstitial selesai.
- Campaign dapat dipause otomatis jika saldo atau budget tidak cukup.
- Semua debit/kredit dicatat di ledger dashboard sebagai audit trail.
4. Refund yang Dapat Dipertimbangkan
- Pembayaran dobel untuk invoice/topup yang sama.
- Pembayaran berhasil, tetapi saldo ADC tidak masuk karena kesalahan sistem yang terverifikasi.
- Nominal saldo masuk tidak sesuai dengan invoice dan bukan karena biaya gateway/kurs yang sudah diinformasikan.
- Campaign tidak dapat berjalan sama sekali karena gangguan platform yang terkonfirmasi dan saldo belum terpakai.
- Refund saldo belum terpakai dapat dipertimbangkan berdasarkan kebijakan admin, status akun, metode pembayaran, dan biaya pihak ketiga.
5. Refund yang Tidak Berlaku
- Saldo sudah digunakan untuk view, click final, atau fitur platform.
- Campaign tidak menghasilkan penjualan, leads, member baru, ROI, atau konversi sesuai harapan advertiser.
- Iklan ditolak, dipause, atau akun dibatasi karena melanggar Terms of Service atau Ads Policy.
- Traffic valid tetapi user tidak melakukan pembelian/pendaftaran di halaman tujuan.
- Kesalahan target URL, copywriting, harga, penawaran, atau landing page milik advertiser.
- Refund diminta setelah chargeback, fraud, multi-account, manipulasi klik/view, atau penyalahgunaan referral terindikasi.
- Bonus kredit referral, kredit promosi, voucher, airdrop internal, dan saldo demo tidak dapat diuangkan atau direfund.
6. Prosedur Permintaan Refund
- Kirim permintaan ke admin resmi melalui dashboard atau bot Telegram.
- Sertakan email verified, ID akun/referral code, tanggal pembayaran, nominal, metode pembayaran, bukti transfer/invoice, dan alasan refund.
- Admin memeriksa invoice, gateway, ledger, campaign events, dan status akun.
- Jika disetujui, refund diproses ke metode asal atau metode lain yang disetujui admin, dikurangi biaya gateway/administrasi pihak ketiga bila ada.
Estimasi pemeriksaan awal 3–7 hari kerja setelah data lengkap diterima. Waktu dana masuk bergantung pada bank/payment gateway.
7. Koreksi Saldo dan Chargeback
AdPay dapat melakukan koreksi saldo jika terjadi kesalahan sistem, chargeback, pembayaran gagal, refund, transaksi tidak sah, fraud, atau penyalahgunaan. Jika saldo tidak mencukupi untuk koreksi, AdPay dapat mempause campaign, membatasi akun, atau meminta penyelesaian selisih.
8. Penutupan Akun
Jika akun ditutup oleh pengguna, saldo belum terpakai dapat dievaluasi sesuai kebijakan refund ini. Jika akun ditutup karena pelanggaran berat, fraud, atau aktivitas ilegal, saldo dapat dibekukan selama investigasi dan tidak otomatis direfund.
9. Perubahan Kebijakan
AdPay dapat mengubah ketentuan topup/refund sesuai kebutuhan operasional, perubahan payment gateway, hukum, risiko fraud, atau kebijakan platform. Versi terbaru berlaku setelah dipublikasikan.