Kebijakan Iklan AdPay
AdPay membantu member menjalankan iklan text di jaringan Telegram secara terukur. Agar jaringan tetap aman, semua campaign wajib mematuhi standar konten, transparansi link, dan kebijakan ini.
Terakhir diperbarui: 21 Juni 2026
1. Prinsip Iklan yang Diterima
- Iklan harus jujur, jelas, dan tidak menyesatkan.
- Target URL harus sesuai dengan isi iklan.
- Produk/jasa harus legal dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Advertiser wajib siap memberi bukti, izin, atau klarifikasi jika diminta admin.
- ADC digunakan sebagai kredit iklan, bukan klaim investasi atau janji profit.
2. Konten yang Dilarang
- Scam, phising, impersonation, link palsu, malware, spyware, bot abuse, atau pencurian data.
- Judi, taruhan, casino, binary option, skema cepat kaya, investasi ilegal, pinjol ilegal, dan money game.
- Klaim profit, passive income, return tetap, harga token pasti naik, atau janji keuntungan finansial yang tidak dapat dibuktikan.
- Konten dewasa eksplisit, prostitusi, eksploitasi anak, kekerasan seksual, atau konten tidak pantas.
- Senjata, bahan peledak, narkotika, obat ilegal, resep tanpa izin, atau produk berbahaya.
- Ujaran kebencian, diskriminasi, ekstremisme, kekerasan, terorisme, pelecehan, doxing, atau ancaman.
- Produk tiruan/counterfeit, dokumen palsu, ijazah palsu, akun curian, atau data bocor.
- Iklan yang melanggar hukum, hak cipta, merek, privasi, atau kebijakan Telegram.
3. Kategori Sensitif atau Perlu Review Manual
- Keuangan, aset digital/kripto, trading, pinjaman, asuransi, investasi, dan penggalangan dana.
- Kesehatan, suplemen, kosmetik, klaim medis, diet, terapi, atau pengobatan.
- Politik, isu publik sensitif, agama, SARA, advokasi sosial, dan kampanye massa.
- Lowongan kerja, peluang usaha, afiliasi, MLM legal, dan program referral berbayar.
Untuk kategori sensitif, admin dapat meminta dokumen pendukung, perizinan, landing page resmi, dan perubahan copy sebelum campaign aktif.
4. Standar Copywriting Iklan
- Gunakan judul yang jelas dan tidak clickbait ekstrem.
- Jangan memakai klaim absolut seperti “pasti profit”, “dijamin kaya”, “tanpa risiko”, “resmi pemerintah” tanpa bukti kuat.
- Jangan menyamarkan link tujuan atau mengganti URL untuk menghindari review.
- Jika iklan berisi promo, harga, diskon, bonus, atau benefit, advertiser wajib memastikan informasi masih berlaku.
- Iklan harus sesuai dengan Terms of Service dan Utility Disclosure.
5. Penayangan, Bidding, dan Tracking
- Iklan dipilih berdasarkan status aktif, saldo/budget, cakupan upline network sampai 10 level, bid/view, bid/click, kualitas, dan kebijakan platform. Seleksi memakai bid-prioritized random agar bid tinggi lebih sering tampil namun rotasi tetap natural.
- Hanya 1 iklan user/network tampil dalam satu balasan bot. Iklan premium platform dapat muncul di interstitial atau placement lain yang terpisah.
- View dicatat saat iklan berhasil disisipkan pada balasan bot Telegram atau widget web AdPay.
- Intent dicatat saat user membuka interstitial click confirmation.
- Click final dicatat setelah user melewati timer interstitial dan menekan tombol link tujuan.
- AdPay tidak menjamin pembelian, leads, pendaftaran, ROI, atau hasil konversi campaign.
6. Review, Targeting, dan Kualitas Campaign
- Campaign baru dapat masuk status pending review sebelum aktif. Admin dapat menyetujui, menolak, atau meminta revisi.
- Kategori, target lokasi, jam tayang, dan jenis device digunakan untuk meningkatkan relevansi campaign dan kualitas statistik.
- Device targeting pada iklan Telegram bergantung pada data yang tersedia. Pada widget web, jenis device lebih akurat karena dibaca dari user agent saat widget/interstitial dibuka.
- Advertiser dapat mengukur funnel campaign: view, intent, click final, signup, sales, CTR, signup rate, sales rate, dan spent ADC.
- Campaign dengan klaim berisiko, URL tidak jelas, konten menyesatkan, atau kategori sensitif dapat ditolak walaupun memiliki bid tinggi.
7. Moderasi dan Enforcement
AdPay dapat menolak, membatasi, menurunkan prioritas, mempause, menghapus campaign, membekukan saldo terkait fraud, atau menutup akun yang melanggar kebijakan. Keputusan moderasi dapat dilakukan otomatis atau manual untuk menjaga keamanan pengguna dan kualitas jaringan.
8. Tanggung Jawab Advertiser
Advertiser bertanggung jawab penuh atas isi iklan, produk/jasa, target URL, izin usaha, klaim promosi, kepatuhan hukum, dan layanan setelah user mengklik iklan. AdPay hanya menyediakan infrastruktur distribusi, tracking, dan utility ads credit.
AdPay Audience Intelligence
Platform dapat mengolah data event secara agregat untuk menampilkan insight performa campaign, seperti device dominan, lokasi kasar berbasis IP/header server, jam aktif, kategori minat, view, intent, click final, signup, sales, dan sinyal fraud. Data ini ditampilkan sebagai statistik agregat dan tidak ditujukan untuk menjual data personal mentah pengguna.
IP disimpan dalam bentuk hash untuk kebutuhan audit dan anti-fraud. Username Telegram tetap dimasking pada tampilan publik. Advertiser hanya mendapat insight performa dan segmentasi agregat yang relevan dengan campaign.