← Kembali ke LandingMulai via Telegram
Privacy Policy

Kebijakan Privasi AdPay AdCoin

Kebijakan ini menjelaskan data apa yang diproses AdPay untuk verifikasi, referral, campaign, tracking iklan, keamanan, dan layanan ADC utility ads credit.

Terakhir diperbarui: 21 Juni 2026

Prinsip utama: data dipakai untuk menjalankan layanan iklan komunitas, menjaga keamanan, menghitung saldo/ledger, mencegah fraud, dan memberi kontrol dashboard. Username Telegram pada tampilan publik dimasking.

1. Data yang Kami Kumpulkan

Data akun dan verifikasi
  • Telegram ID, nama, username, dan data kontak yang Anda kirim melalui tombol kontak Telegram.
  • Nomor HP Telegram, email, status verifikasi, tanggal verifikasi, dan referral code.
  • Magic link login, token verifikasi, dan timestamp pemakaian token.
Data referral dan jaringan
  • Kode referer, parent/upline, level jaringan, direct referral, dan catatan bonus kredit referral.
  • Landing view, bot start, telegram click, unique visitor, IP hash/IP teknis, user agent, dan waktu event.
Data campaign dan iklan
  • Judul iklan, teks iklan, target URL, bid/view, bid/click, budget, status campaign, dan placement.
  • Ad events: view, click_intent, click final, click_unpaid, send_failed, serta HMAC event.
Data saldo dan sistem
  • Saldo ADC, ledger debit/kredit, topup demo/riil, koreksi saldo, refund, audit log, dan catatan keamanan.
  • Cookie/session dashboard, log error, data perangkat/browser, dan informasi teknis untuk keamanan.

2. Tujuan Pemrosesan Data

3. Dasar Pemrosesan dan Persetujuan

Dengan menggunakan bot Telegram, mengirim kontak, memverifikasi email, login dashboard, membuat campaign, klik iklan, atau melakukan topup, Anda memberikan persetujuan kepada AdPay untuk memproses data sesuai kebijakan ini. Pemrosesan juga dilakukan untuk pelaksanaan layanan, kepentingan keamanan sistem, kepatuhan hukum, dan pembuktian transaksi/ledger.

4. Pembagian Data kepada Pihak Ketiga

AdPay dapat membagikan data terbatas kepada penyedia layanan yang diperlukan, seperti Telegram Bot API, hosting, database, SMTP/email, payment gateway, analytics internal, keamanan, atau pihak yang diwajibkan hukum. AdPay tidak menjual data pribadi pengguna kepada advertiser.

Informasi yang terlihat publik atau member-facing akan dibatasi, misalnya username Telegram dimasking dan data sensitif tidak ditampilkan penuh kecuali untuk kebutuhan admin/audit internal yang sah.

5. Retensi Data

6. Keamanan Data

AdPay menggunakan pembatasan akses, hashing token, HMAC signature untuk click tracking, session login, masking data, audit log, dan pengamanan database. Walau demikian, tidak ada sistem yang sepenuhnya bebas risiko. Pengguna wajib menjaga akses email dan akun Telegram masing-masing.

7. Hak Pengguna

Anda dapat meminta akses, koreksi, pembaruan, pembatasan, penghapusan, atau penarikan persetujuan terhadap data tertentu sesuai ketentuan yang berlaku. Beberapa data mungkin tetap disimpan jika diperlukan untuk audit, keamanan, pencegahan fraud, penyelesaian sengketa, atau kewajiban hukum.

8. Cookie dan Tracking

Dashboard memakai session/cookie untuk login. Landing dan link referral dapat mencatat event seperti landing view, telegram click, dashboard login click, topup click, IP hash/teknis, user agent, dan referral code untuk statistik dan pencegahan fraud.

9. Anak di Bawah Umur

Layanan AdPay ditujukan untuk pengguna yang cukup umur dan cakap hukum. Pengguna yang belum cukup umur harus mendapat persetujuan wali/orang tua sesuai ketentuan yang berlaku.

10. Kontak Privasi

Permintaan terkait privasi dapat dikirim melalui kontak admin resmi di dashboard atau bot Telegram. Sertakan email verified dan informasi akun yang relevan agar permintaan dapat diverifikasi.


AdPay Audience Intelligence

Platform dapat mengolah data event secara agregat untuk menampilkan insight performa campaign, seperti device dominan, lokasi kasar berbasis IP/header server, jam aktif, kategori minat, view, intent, click final, signup, sales, dan sinyal fraud. Data ini ditampilkan sebagai statistik agregat dan tidak ditujukan untuk menjual data personal mentah pengguna.

IP disimpan dalam bentuk hash untuk kebutuhan audit dan anti-fraud. Username Telegram tetap dimasking pada tampilan publik. Advertiser hanya mendapat insight performa dan segmentasi agregat yang relevan dengan campaign.